Memiliki tubuh yang langsing, tetapi setiap kali berfoto atau menundukkan kepala, Anda justru terganggu karena muncul “dagu kedua”? Faktanya, kondisi ini sangat umum terjadi dan membuat banyak orang bertanya-tanya: mengapa orang kurus tetap memiliki double chin? Untuk mengetahui cara membuat dagu lebih tirus, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa itu double chin. Double chin adalah kondisi penumpukan lemak atau kulit yang kendur di bawah dagu dan leher, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor selain berat badan.
Penilaian dari Ahli St. Paul Klinik: “Banyak pelanggan datang kepada kami dengan rasa kurang percaya diri meskipun memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Dari hasil pemeriksaan klinis, kami menemukan bahwa double chin pada orang bertubuh kurus sering kali lebih kompleks dibandingkan pada orang dengan berat badan berlebih, karena dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, proses penuaan, dan kebiasaan sehari-hari.”
Berikut adalah 8 penyebab paling umum double chin pada orang bertubuh kurus yang perlu Anda ketahui agar dapat menentukan solusi yang tepat.

1. Faktor genetik dan struktur tulang rahang
Jika pola makan Anda sudah sehat, tubuh tetap langsing tetapi dagu masih tampak berlipat, penyebab utamanya bisa berasal dari faktor genetik. Double chin akibat faktor keturunan sangat dipengaruhi oleh kecenderungan tubuh dalam menyimpan lemak dan tingkat elastisitas alami kulit yang diwariskan dari keluarga.
Selain itu, orang dengan struktur rahang pendek atau dagu yang mundur sejak lahir memiliki area penyangga di bawah dagu yang lebih sempit, sehingga kulit dan jaringan di area tersebut lebih mudah berkumpul dan membentuk double chin.
2. Proses penuaan alami dan penurunan kolagen
Selain faktor bawaan, waktu merupakan “musuh” berikutnya yang secara perlahan mengubah garis rahang Anda. Setelah usia 25 tahun, produksi kolagen dan elastin di bawah kulit menurun sekitar 1% setiap tahun. Kulit di bawah dagu yang memang tipis akan kehilangan penyangga alaminya, sehingga lebih mudah mengendur akibat gravitasi dan memicu penumpukan lemak.

3. Postur “Text Neck” – Kebiasaan yang memicu double chin di era modern
Tidak hanya disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dihindari, kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Terlalu sering menunduk saat menggunakan ponsel atau bekerja dengan postur yang salah merupakan salah satu penyebab utama double chin pada pekerja kantoran. Saat kepala menunduk pada sudut 45–60 derajat, otot leher menerima tekanan yang besar. Lama-kelamaan otot menjadi lemah dan kaku, sehingga kulit di sekitar rahang kehilangan elastisitas dan lebih mudah menumpuk lemak.
4. Pola makan tinggi garam yang menyebabkan retensi cairan pada wajah
Selain postur tubuh, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam juga meninggalkan dampak yang terlihat pada wajah. Natrium memiliki kemampuan menahan cairan di dalam tubuh. Saat Anda terlalu sering mengonsumsi makanan asin atau makanan cepat saji, cairan akan lebih mudah menumpuk di area pipi dan bawah dagu. Inilah penyebab munculnya double chin semu akibat pembengkakan yang sering dialami orang bertubuh kurus.
5. Kebiasaan tidur dengan bantal yang terlalu tinggi
Retensi cairan ini dapat menjadi lebih parah jika disertai posisi tidur yang kurang tepat. Tidur dengan bantal yang terlalu tinggi membuat leher berada dalam posisi menekuk selama 7–8 jam. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri leher dan bahu, tetapi juga menghambat sirkulasi darah, membentuk lipatan di bawah dagu, dan dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi double chin yang sulit diatasi.
6. Otot rahang melemah karena jarang mengunyah
Sebaliknya, kurangnya aktivitas otot rahang juga dapat menimbulkan masalah serupa. Otot rahang perlu terus digunakan agar tetap kencang. Pola makan yang didominasi makanan lunak dan kebiasaan jarang mengunyah membuat otot penyangga dagu melemah akibat kurangnya stimulasi. Akibatnya, jaringan di bawah dagu menjadi turun dan memberikan kesan adanya lemak berlebih.
7. Penurunan berat badan yang terlalu cepat
Banyak orang mengira bahwa semakin cepat berat badan turun, double chin juga akan menghilang. Faktanya justru sebaliknya. Penurunan berat badan secara drastis menyebabkan lapisan lemak berkurang dengan cepat, sementara kulit belum sempat menyesuaikan diri. Akibatnya, kulit berlebih di bawah dagu mengendur dan membentuk lipatan yang menyerupai double chin.

8. Stres berkepanjangan dan kurang tidur
Penyebab terakhir yang sering tidak disadari adalah stres dan kurang tidur. Saat tubuh mengalami stres atau kurang istirahat, hormon kortisol akan meningkat. Hormon ini mendorong penumpukan lemak di area tubuh tertentu seperti perut dan wajah, sekaligus mempercepat kerusakan serat kolagen sehingga kulit di bawah dagu menjadi lebih cepat kendur.
9. Solusi yang benar-benar efektif untuk menghilangkan double chin
Untuk mengurangi double chin sementara, Anda dapat mencoba beberapa latihan di rumah seperti gerakan “mencium langit-langit” atau mengunyah permen karet tanpa gula untuk melatih otot rahang. Selain itu, biasakan duduk dengan postur tegak, gunakan bantal yang lebih rendah saat tidur, dan kurangi konsumsi garam setiap hari. Namun, apakah cara-cara alami tersebut benar-benar mampu memberikan hasil yang diharapkan?
Saran dari Tim Dokter St. Paul Klinik: “Latihan otot wajah atau pijatan di rumah hanya membantu melancarkan sirkulasi darah dan memberikan sedikit perbaikan pada kasus double chin ringan akibat retensi cairan atau postur tubuh yang kurang baik. Namun, untuk double chin yang disebabkan oleh struktur tulang rahang, faktor genetik, atau penuaan jaringan yang lebih dalam, metode alami hampir tidak dapat memberikan hasil karena tidak mampu mengembalikan serat kolagen yang telah rusak ataupun menghilangkan sel-sel lemak yang sudah terbentuk.”
Karena itu, untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh tanpa memerlukan waktu pemulihan yang lama, layanan pengurangan double chin di St. Paul Klinik dapat menjadi solusi yang tepat.
Di St. Paul Klinik, kami menggunakan metode medis non-bedah yang modern. Dengan teknologi penghancur lemak double chin menggunakan gelombang ultrasound terfokus yang dipadukan dengan bahan aktif generasi terbaru, energi akan bekerja secara tepat pada lapisan lemak yang membandel, menghancurkan dan membantu tubuh membuangnya secara alami melalui sistem metabolisme. Pada saat yang sama, teknologi ini juga merangsang produksi kolagen baru, mengencangkan jaringan di area pipi dan leher, serta membentuk kembali garis rahang agar tampak lebih tegas tanpa operasi maupun masa pemulihan.
Jangan biarkan double chin menutupi keindahan alami wajah Anda. Hubungi St. Paul Klinik sekarang juga untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis, mengetahui penyebab double chin Anda secara akurat, dan mendapatkan rencana perawatan yang dipersonalisasi.
